Sekjen LPI Desak TAPD Sukabumi Bertanggung Jawab atas Proyek Mangkrak dan Dugaan KKN di Sejumlah Dinas

- Admin

Sabtu, 25 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekjen LPI, TB. Saepul Bahri, SH., MH., mendesak TAPD Kabupaten Sukabumi untuk bertanggung jawab atas proyek pembangunan yang mangkrak dan dugaan KKN di sejumlah dinas.

Sekjen LPI, TB. Saepul Bahri, SH., MH., mendesak TAPD Kabupaten Sukabumi untuk bertanggung jawab atas proyek pembangunan yang mangkrak dan dugaan KKN di sejumlah dinas.

PoinMedia.Com – Sekretaris Jenderal Lembaga Pemerhati Infrastruktur (LPI), TB. Saepul Bahri, SH., MH., mendesak Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Sukabumi untuk bertanggung jawab penuh terkait sejumlah proyek pembangunan yang mangkrak serta dugaan kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di beberapa dinas.

Saepul Bahri menegaskan bahwa TAPD harus memberikan pertanggungjawaban atas penggunaan anggaran, terutama terkait dua proyek yang saat ini terbengkalai, yakni pembangunan gedung pemda dan gedung Graha Pemuda.

Tidak hanya itu, ia juga menyoroti sejumlah proyek di berbagai dinas yang dinilai tidak dikerjakan dengan optimal dan terkesan amburadul.

Baca Juga :  Dinas Perkim Dukung Penguatan Identitas Budaya Sunda Melalui Ekosistem Budaya Kasumedangan

“Beberapa dinas yang paling disorot dalam dugaan KKN ini adalah Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Pertanian, serta Dinas Kesehatan. Kami mendesak TAPD untuk segera memberikan penjelasan kepada publik,” ujar Saepul Bahri.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya bersama masyarakat akan menggelar aksi massa di Kejaksaan Agung guna menuntut audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran di Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga :  Pemda Sukabumi Diduga Kurang Serius Tangani Polemik Mangkraknya Gedung Pemda

“Khususnya di Dinas Perkim, sejak periode 2021 hingga 2024, terdapat dugaan kuat bahwa anggaran yang dialokasikan hanya dijadikan ajang bancakan oleh pihak-pihak tertentu,” tambahnya.

Saepul Bahri menegaskan bahwa masyarakat saat ini menunggu tindakan tegas dari Aparat Penegak Hukum (APH), terutama terkait dua proyek besar yang mangkrak dan menjadi perhatian publik.

“Publik menuntut adanya langkah nyata dari APH untuk menyelesaikan permasalahan ini dan memastikan adanya transparansi dalam pengelolaan anggaran daerah,” pungkasnya.***

 

(RH)

 

 

 

Berita Terkait

Desa Wangunsari Kembangkan Potensi Wisata Air Panas dan Curug, Dorong Promosi Terpadu
Palabuhanratu Diproyeksikan Jadi Motor Agroindustri, Pariwisata, dan Perdagangan Kabupaten Sukabumi
Operasi Non Kebakaran, Damkar Amankan Lingkungan Sekolah TK dari Serangan Ulat
Aksi Cepat Petugas Damkar Amankan Satwa Liar di Lingkungan Warga
Kantor Kecamatan Warungkiara Dibangun, Perkim Sukabumi Perkuat Pelayanan Publik
100 Unit Rumah Disiapkan, Dinas Perkim Relokasi Penyintas Bencana di Palabuhanratu
Kecamatan Sukabumi Dukung Pengembangan Komoditas Unggulan Desa Perbawati
Pastikan Tepat Sasaran, Dinas Perkim Sukabumi Tinjau Bantuan Rutilahu

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 08:12 WIB

Desa Wangunsari Kembangkan Potensi Wisata Air Panas dan Curug, Dorong Promosi Terpadu

Minggu, 1 Maret 2026 - 14:23 WIB

Palabuhanratu Diproyeksikan Jadi Motor Agroindustri, Pariwisata, dan Perdagangan Kabupaten Sukabumi

Rabu, 18 Februari 2026 - 09:24 WIB

Aksi Cepat Petugas Damkar Amankan Satwa Liar di Lingkungan Warga

Senin, 9 Februari 2026 - 15:34 WIB

Kantor Kecamatan Warungkiara Dibangun, Perkim Sukabumi Perkuat Pelayanan Publik

Senin, 9 Februari 2026 - 09:04 WIB

100 Unit Rumah Disiapkan, Dinas Perkim Relokasi Penyintas Bencana di Palabuhanratu

Berita Terbaru

error: Content is protected !!