Gubernur Jabar Terpilih Dedi Mulyadi Kawal Kasus Pembunuhan Satpam Asal Sukabumi

- Admin

Minggu, 19 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berkomitmen mengawal kasus pembunuhan satpam di Bogor. Ia memastikan proses hukum berjalan adil tanpa perlindungan istimewa serta memberikan bantuan kepada keluarga korban, termasuk biaya pendidikan anak dan pemakaman. Langkah nyata ini menunjukkan keberpihakan terhadap keadilan dan kemanusiaan.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berkomitmen mengawal kasus pembunuhan satpam di Bogor. Ia memastikan proses hukum berjalan adil tanpa perlindungan istimewa serta memberikan bantuan kepada keluarga korban, termasuk biaya pendidikan anak dan pemakaman. Langkah nyata ini menunjukkan keberpihakan terhadap keadilan dan kemanusiaan.

PoinMedia.Com – Gubernur terpilih Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan komitmennya untuk mengawal kasus pembunuhan seorang satpam asal Sukabumi yang ditemukan tewas di kawasan Lawang Gintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, beberapa hari lalu.

Pernyataan tersebut disampaikan Dedi setelah bertemu langsung dengan istri korban, yang berharap mendapatkan keadilan hukum atas peristiwa tragis tersebut.

“Saya akan berkoordinasi dengan Kapolda Jabar dan Kapolres Kota Bogor untuk memastikan proses penyelidikan berjalan dengan baik,” kata Dedi, seperti dikutip dari akun TikTok resminya, @dedimulyadiofficial, Minggu (19/1/2025).

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada istilah perlindungan istimewa dalam kasus ini.

“Di abad sekarang ini, tidak ada istilah backing-backingan. Ibu nggak usah takut. Saya yakin Pak Kapolda dan Kapolres akan bekerja dengan baik. Saya akan pantau seluruh proses penyelidikan dan penyidikannya,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Jabar Tegaskan Pentingnya Menjaga Palabuhanratu sebagai Identitas Budaya dan Ekologi

Selain mengawal proses hukum, politisi Partai Gerindra itu juga memberikan bantuan kepada keluarga korban. Ia menjanjikan biaya pendidikan untuk anak korban, serta menyediakan dana sebesar Rp20 juta untuk biaya pemakaman dan tahlilan.

Korban, Septian (37), seorang satpam asal Kampung Cibarengkok RW 01, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, ditemukan tewas mengenaskan di rumah mewah tempatnya bekerja.

Insiden ini diduga terkait laporan Septian mengenai kebiasaan anak majikannya yang sering keluar-masuk rumah pada malam hari kepada ibunya, yang juga pemilik rumah sekaligus seorang pengusaha rental.

Adik ipar korban, Aris Munandar (40), mengatakan bahwa ia sempat dihubungi polisi untuk menandatangani surat autopsi. “Saat melihat jasadnya, ada banyak luka serius di leher dan pinggang yang diduga akibat benda tajam,” ujar Aris, Sabtu (18/1/2025).

Baca Juga :  Dedi Mulyadi dan Bupati Sukabumi Turun Ke Sungai Bersihkan Sampah Pasca Banjir Bandang

Sebelum kejadian, korban sempat mengirim pesan kepada istrinya, mengungkapkan adanya konflik dengan anak majikan. Keluarga korban berharap proses hukum berjalan adil tanpa pandang bulu.

“Informasi yang kami dapat, baru satu orang yang ditangkap, yakni anak majikan. Kami ingin hukum tidak tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” tegas Aris.

Jenazah korban telah tiba di rumah duka pada Sabtu malam sekitar pukul 24.00 WIB. Septian meninggalkan seorang anak kandung dan tiga anak sambung yang selama ini bergantung padanya.

Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan kasus tersebut masih terus berlangsung.***

 

 

 

Berita Terkait

Peredaran Tramadol dan Hexymer Digulung Polisi, 15 Tersangka Masuk Bui
Kasus Narkoba Oknum Kades Tamanjaya, Polisi Pastikan Masuk Kategori Pengguna
Oknum ASN di Pabuaran Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Penganiayaan
Satpam Asal Palabuhanratu Ditemukan Tewas dengan Luka Sayatan di Rumah Majikan di Bogor
Penambangan Batu Hijau di Cikembar Disorot, Kasat Pol PP Benarkan Industri Tersebut Tidak Kantongi Ijin

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:22 WIB

Peredaran Tramadol dan Hexymer Digulung Polisi, 15 Tersangka Masuk Bui

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:30 WIB

Kasus Narkoba Oknum Kades Tamanjaya, Polisi Pastikan Masuk Kategori Pengguna

Jumat, 8 Agustus 2025 - 18:32 WIB

Oknum ASN di Pabuaran Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Penganiayaan

Minggu, 19 Januari 2025 - 19:42 WIB

Gubernur Jabar Terpilih Dedi Mulyadi Kawal Kasus Pembunuhan Satpam Asal Sukabumi

Sabtu, 18 Januari 2025 - 16:05 WIB

Satpam Asal Palabuhanratu Ditemukan Tewas dengan Luka Sayatan di Rumah Majikan di Bogor

Berita Terbaru

error: Content is protected !!