PoinMedia.Com – Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi terus mendorong pengembangan destinasi wisata berbasis budaya dan kearifan lokal. Salah satu potensi yang dinilai memiliki daya tarik kuat adalah Kasepuhan Gelar Alam di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok.
Kasepuhan Gelar Alam menjadi salah satu gambaran masih terjaganya tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman. Kehidupan masyarakat adat tidak hanya berkaitan dengan pelestarian tradisi, tetapi juga menyimpan nilai filosofi yang erat dengan hubungan manusia, alam, pertanian, ketahanan pangan hingga kehidupan sosial masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi H. Ali Iskandar mengatakan, kekayaan budaya masyarakat adat merupakan bagian penting dari potensi pariwisata daerah yang harus dijaga sekaligus diperkenalkan secara lebih luas.
“Kasepuhan Gelar Alam memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal yang sangat kuat. Ini bukan hanya menjadi warisan masyarakat adat, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan daya tarik wisata yang luar biasa,” ujar Ali Iskandar.
Menurut Ali, kehidupan masyarakat Kasepuhan Gelar Alam memperlihatkan hubungan yang erat antara manusia, alam dan tradisi. Berbagai aturan adat yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari menjadi bagian dari identitas masyarakat yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Salah satu kearifan lokal yang menarik terdapat dalam cara masyarakat memperlakukan padi. Padi tidak hanya dipandang sebagai komoditas pertanian, tetapi memiliki kedudukan penting dalam kehidupan masyarakat adat. Keberadaan lumbung padi juga menjadi bagian dari sistem tradisional dalam menjaga ketersediaan pangan.
Selain itu, keberadaan kampung adat yang dapat berpindah berdasarkan ketentuan adat menjadi salah satu fenomena budaya yang memiliki nilai sejarah dan filosofi tersendiri.
Ali menilai berbagai kearifan tersebut dapat menjadi pengalaman wisata yang berbeda. Wisatawan tidak hanya disuguhkan keindahan alam, tetapi juga dapat mengenal nilai kehidupan, tradisi pertanian, tata kelola masyarakat adat serta hubungan manusia dengan lingkungan.
“Wisata budaya bukan sekadar melihat tradisi, tetapi bagaimana wisatawan memahami nilai yang terkandung di dalamnya. Karena itu, kita harus memastikan pengembangan wisata tetap menghormati adat dan tidak menghilangkan nilai-nilai yang menjadi identitas masyarakat,” katanya.
Di tengah kuatnya tradisi, masyarakat Kasepuhan Gelar Alam juga menunjukkan bahwa kehidupan adat dapat berjalan berdampingan dengan perkembangan teknologi. Nilai-nilai leluhur tetap dipertahankan, sementara perkembangan zaman dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Daya tarik lainnya adalah tradisi Seren Taun yang dilaksanakan secara turun-temurun sebagai bentuk ungkapan syukur atas hasil pertanian. Tradisi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam menjaga dan meneruskan warisan budaya.
Menurut Ali, keberadaan Seren Taun dan berbagai tradisi lainnya menjadi modal penting dalam pengembangan wisata budaya Kabupaten Sukabumi. Namun, pengembangan tersebut harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan menempatkan masyarakat adat sebagai pemilik sekaligus pelaku utama kebudayaan.
“Kita ingin pariwisata memberikan manfaat kepada masyarakat tanpa menjadikan budaya sebagai sekadar tontonan. Masyarakat adat harus menjadi bagian utama dalam menjaga, mengelola dan memperkenalkan kekayaan budayanya,” tegasnya.
Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, lanjut Ali, akan terus mendorong kolaborasi bersama masyarakat, pemerintah desa, pelaku pariwisata dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat promosi serta pengembangan wisata budaya.
Kasepuhan Gelar Alam diharapkan dapat menjadi salah satu destinasi wisata budaya unggulan yang menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Keberadaannya juga dinilai dapat memperkuat citra Kabupaten Sukabumi sebagai daerah yang memiliki kekayaan alam, budaya dan kearifan lokal yang beragam.
“Sukabumi memiliki banyak cerita dan warisan budaya yang layak dikenal. Kasepuhan Gelar Alam adalah salah satunya. Tugas kita bersama adalah menjaga warisan tersebut agar tetap hidup dan dapat memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun yang akan datang,” pungkas Ali.***
Reporter : Dapit









