PoinMedia.Com – Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, mendorong kegiatan Jampang Ngabhuana yang digagas Paguyuban Jampang Tandang Makalangan agar terus berlanjut dan berkembang menjadi wadah pemersatu masyarakat Pajampangan.
Hal tersebut disampaikan Budi saat menghadiri kegiatan Jampang Ngabhuana ke-3 di Lapang Lodaya Setra, Kelurahan Surade, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (10/10/2026).
Menurut Budi, Jampang Ngabhuana bukan sekadar ajang pelestarian seni dan budaya, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas, kebersamaan, serta rasa bangga masyarakat terhadap daerah asalnya.
Ia berharap kegiatan yang telah memasuki tahun ketiga tersebut tidak berhenti pada penyelenggaraan saat ini, melainkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Pajampangan.
“Sebagai orang Jampang, saya bangga bisa hadir di kegiatan Jampang Tandang Makalangan. Mudah-mudahan kegiatan ini bukan hanya dilaksanakan hari ini, tetapi bisa terus berlanjut,” ujarnya.
Budi menegaskan, nilai utama dari kegiatan tersebut terletak pada kemampuannya membangun persatuan di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh warga Pajampangan untuk mengesampingkan perbedaan dan memperkuat kebanggaan terhadap identitas sebagai masyarakat Jampang.
Menurutnya, semangat persatuan dan gotong royong merupakan modal penting dalam mendorong kemajuan Pajampangan, baik di bidang kebudayaan, sosial maupun pembangunan wilayah.
“Semua warga Pajampangan harus bersatu. Bersama-sama kita harus bangga menjadi orang Jampang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Budi menyatakan bahwa DPRD Kabupaten Sukabumi akan mendorong keberlangsungan kegiatan Paguyuban Jampang Tandang Makalangan. Ia menyebut upaya tersebut akan dilakukan bersama Bupati Sukabumi, Asep Japar, agar kegiatan yang menjadi ruang silaturahmi dan kebersamaan masyarakat itu dapat terus terselenggara.
“Saya dengan Pak Bupati akan bersama-sama mendorong keberlangsungan kegiatan Paguyuban Jampang Tandang Makalangan ini,” ungkapnya.
Budi berharap, Jampang Tandang Makalangan dapat tumbuh menjadi wadah yang merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun kepentingan. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya menjaga kelestarian budaya lokal, tetapi juga memperkuat solidaritas dan kecintaan masyarakat terhadap Pajampangan.
Ia menekankan bahwa kebanggaan terhadap identitas daerah harus menjadi perekat yang menyatukan masyarakat, bukan justru menjadi pembatas di antara sesama warga.
“Harapannya, Jampang Tandang Makalangan ini menjadi satu wadah pemersatu seluruh warga Pajampangan. Tidak ada lagi perbedaan yang memisahkan kita. Kita harus bangga menjadi warga Jampang,” pungkasnya.***
Reporter : Dapit









